Bekicot
Masakan Bekicot dan Gizinya
Bekicot, yang kita kenal sebagai hewan liar yang hidup di alam, sering kita jumpai dimana-mana yang lebih sering kita jumpai yaitu di daerah kampung. Apalagi pada saat musim hujan bekicot ini berkaliaran i semua tempat, bahkan sampai kejalan-jalan umum.
Mengapa daging bekicot menjadi makanan prestisius di negara lain?
Meskipun kelihatan menjijikan, tapi binatang ini memiliki kelebihan keunikan tersendiri.
Di Perancis ada masakan yang kondang disebut escargot. Apa itu? Anda mungkin terkejut bahwa escargot adalah masakan yang berbahan baku daging bekicot. Di Jepang juga seperti itu, bahkan pengolahan bekicot ini begitu sederhana, hanya dengan bumbu jahe, cuka dan pemanis. Tapi, betapa lezatnya daging bekicot itu! Itulah sebabnya di Perancis dan Jepang selalu mengandalkan pasokan daging bekicot. Begitu juga dengan negara-negara lain yang juga mengimpor daging bekicot, seperti Hongkong, Belanda, Taiwan, Yunani, Belgia, Luxemburg, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat.
Kita termasuk salah satu negara eksportir bekicot. Tapi volume dan kontinuitasnya belum memenuhi kebutuhan pasar importir. Inilah peluang agribisnis yang terbentang di depan mata kita, apa tindakan kita..?
Gizi Bekicot
Bekicot mengandung banyak gizi yang sangat bermanfaat untuk manusia seperti Kalsium dan Asam Amino. Creswell dan Kopiang (1981) merinci komposisi kimia bekicot, ternyata dagingnya memang kaya protein. Cangkang bekicot kaya kalsium, dan dalam daging tersebut masih terdapat banyak asam-asam amino (tabel 1).
Sumber data lain menunjukkan banyak kandungan bekicot seperti, protein sekitar 12 gram per 100 gram dagingnya, lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fospor 78 mg, Fe 1,7 mg serta vitamin B komplek terutama vitamin B2.
Selain itu kandungan asam amino daging bekicot cukup menonjol. Dalam 100 gr daging bekicot kering antara lain terdiri atas leusin 4,62 gr, lisin 4,35 gr, arginin 4,88 gr, asam aspartat 5,98 gr, dan asam glutamat 8,16 gr.
Bukankah daging bekicot mengandung bakteri salmonella? Memang betul! Tapi ada cara untuk mengusir bakteri tersebut, yakni teknik pengolahan yang benar. Malahan dari temuan di lapangan, di Kediri, mereka yang biasa makan daging bekicot mengaku dapat menyembuhkan gatal-gatal, batuk, kudis dan sebagainya. Silahkan Di lanjutkan ke Gizi Bekicot: